Senin, 26 November 2012

Hubungan Proklamasi-UUD 1945 Dan Sikap Postitif terhadap Makna Proklamasi dan Suasana Kebatinan Konstitusi Negara





A.       HUBUNGAN ANTARA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN UUD 1945
Proklamasi kemerdekaan RI mempunyai hubungan yang sangat erat dengan UUD 1945. Hubungan tersebut antara lain:
1.       Pembukaan UUD merupakan amanat yang luhur dari proklamasi kemerdekaan.
2.       Proklamasi kemerdekaan merupakan pernyataan bangsa kepada diri sendiri mauoun bangsa lain tentang kebebasan dan kemerdekaan, dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan berkaitan dengan proklamasi telah dirinci dan mendapat pertanggung jawaban dari UUD 1945. Contoh:
a.        Alinea pertama proklamasi “kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia” mendapat penegasan pada alinea pertama hingga ketiga pembukaan UUD
b.       Alinea kedua proklamasi “hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya” diimplementasikan dengan pembukaan UUD 1945 alinea ke empat.
3.       Sedang pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945 mempunyai hubungan yang sangat erat. Pasal-pasaal dalam batang tubuh merupakan penjabaran dan penjelmaan dari pembukaan UUD 1945.
Meskipun mempunyai hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan, pembukaaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945 mempunyai kedudukan yang terpisah. Hal ini dikarenakan pembukaan UUD 1945 merupakan pokok kaidah Negara (staatsfundamentalnorm)
yang tidak dapat dirubah oleh siapapun kecuali oleh pembentuk Negara.
Unsur-unsur staatsfundamentalnorm secara mutlak antara lain:
1.       Dari segi terjadinya; ditentukan oleh pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk Negara untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar Negara.
2.       Dari segi isinya;memuat dasar-dasar pokok Negara meliputi tujuan, bentuk, dan dasar filsafat Negara.
Jika melihat bab sebelumnya tentang suasana kebatinan konstitusi pertama, maka dapat diketahui bahwa pembukaan UUD 1945 telah memenuhi unsure-unsur tersebut di atas. Sehngga pembukaan UUD 1945 dapat dikatakan sebagai pokok kaidah Negara yang mendasar (staatsfundamentalnorm).
Pembukaan UUD 1945 juga memiliki hakikat kedudukan hokum yang lebih tinggi dari pasal-pasal yang tertera pada batang tubuh UUD 1945. Yang merupakan penjabaran Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 bersifat fleksibel (supel atau mengikuti perkembangan zaman) sehingga dapat dilakukan reinterpretasi (penafsiran ulang) mengikuti perkembangan zaman.
Jka dicermati, Batang tubuh UUD 1945 mempunyai hubungan yang erat dengan Pembukaan UUD 1945 dan Pembukaan UUD 1945 juga mempunyai hubungan yang erat dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


B.       SIKAP POSITIF TERHADAP MAKNA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN SUASAN KEBATINAN KONSTITUSI  NEGARA
1.       Mengisi Kemerdekaan
Proklamasi kemerdekaan menjadi tanda akan berdirinya sebuah Negara baru yang mempunyai konsekuensi harusnya dibentuk sebuah konstitusi atau aturan dasar Negara yang akan mengatur seluruh aspek penyelenggaraan Negara.
 membentuk Negara harus diiringi dengan membentuk tujuan Negara, dan untuk mencapai tujuan Negara maka setiap warga Negara wajib melakukan tindakan dan perbuatan yang mengarah kepada pencapaian tujuan Negara. Dalam mencapai tujuan Negara dibutuhkan tata aturan hidup bernegara untuk memperlancar pencapaian tujuan Negara.
Aturan dasar tersebut berupa UUD yang digunakan sebagai dasar pijakan bagi Negara untuk mencapai tujuan negara dan memudahkan negara untuk mencapai tujuan itu.
Jadi bisa dikatakan bahwa UUD 1945 merupakan wujud untuk mengisi kemerdekaan. UUD juga menjadi wujud upaya mempertahankan kemerdekaan melalui ketentuan normative yang mengikat seluruh rakyat dan para penyelenggara negara meupun seluruh bangsa yang ada di dunia untuk menghormati dan menghargai kemerdekaan Indonesia.

*Nb: UUD ini disahkan oleh PPKI pada 18 agustus 1945. PPKI terdiri dari 27 orang dengan ketua dan wakil ketua IR. Soekarno dan Moh. Hatta yang dalam sidangnya menetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi pertama dan memilih Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan wakil presiden. 
2.       Mempertahankan Kemerdekaan
Setelah tujuan negara dibentuk maka bukan berarti perjuangan telah berakhir. Mempertahankan kemerdekaan juga harus senantiasa diupayakan. Hal ini untuk agar kaum penjajah enggan untuk kembali menjajah Indonesia. Selanjutnya bagaimana cara melanjutkan perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia?
Tindakan positif atau tindakan riil yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a.        Bagi penyelenggara negara:
1)       Menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab
2)       Mengutamakan kepentingan rakyat, menjaga keutuhan wilayah dan menjujnjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dalam setiap pengambilan keputusan politik
3)       Menjalankan kehidupan kenegaraan yang dijiwai nilai-nilai pancasila
4)       Menjadi negarawan yang arif dan bijaksana dan menjadi teladan rakyat
5)       Cerdas dan cermat dalam bertindak dan mengambil keputusan
6)       Menjalankan kebijakan negara dalam kerangka pelaksanaan nilai-nilai demokrasi
b.       Bagi warga negara Indonesia
1)       Bagi pelajar agar belajar dengan giat untuk merai cita-cita dan mewujudkan bangsa yang cerdas
2)       Tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat, negara dan orang tua dengan tetap menjujnjung tinggi Hak Asasi Manusia
3)       Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang dijiwai nilai-nilai Pancasila
4)       Melestarikan kehidupan yang demokratis dalam keberagaman dengan tetap menjunjung tinggi semangat bhineka tunggal ika.

3.       Sikap Positif terhadap makna proklamasi kemerdekaan dan suasan kebatinan konstitusi  Negara
Sikap positif berarti sikap yang mendukung sesuatu. Namun bukan sekedar mendukung dan manut terhadap sesuatu. Sikap positif berarti sikap kritis, kreatif, mandiri dan berani membela kebenaran dan menjunjung tinggi prinsip, nilai dan asas-asas yang disepakati bersama. Sikap positif terhadap Makna Proklamasi kemerdekaan dan suasana kebatinan konstitusi pertama berwujud sikap kreatif, kritis, mandiri dan berani membela kebenaran serta menjunjung tinggi prinsip, asas dan nilai-nilai yang telah tercantum dalam UUD 1945 dan Pancasila.
Perjuangan bangsa Indonesia saat merebut kemerdekaan perlu kita hormati dan hargai dengan cara mentaati nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 yang menyebutkan tujuan dan asas negara dan nilai-nilai luhur demi tercapainya cita-cita bangsa. Dengan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 19445 dan Proklamasi kemerdekaan sama saja kita ikut berjuang untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia, yakni kesejahteraan bangsa. Upaya penghargaan terhadap perjuangan pejuang bangsa yang telah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah yang sama artinya dengan mencapai tujuan nasional bangsa adalah:
a.        Selalu bertaqwa kepada Tuhan YME
b.       Berlaku jujur dalam setiap kata dan perbuatan
c.        Belajar dengan giat agar menjadi bangsa yang cerdas dan maju setara dengan bangsa negara-negara maju
d.       Membangun negara dan memanfaatkan Sumber daya alam untuk kepentingan rakyat
e.       Meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mendirikan tempat usaha produktif dan menampung tenaga kerja
f.         Menunjukkan sikap persatuan dan kesatuan dalam pembangunan
g.        Memupuk tenggang rasa, toleransi terhadap perbedaan (pluralisme) dengan tetap berpegang teguh pada prinsip bhineka tunggal ika
h.       Setia kepada bangsa dan negara
i.         Selalu bekerja keras membangun negara
j.         Menentang segala penindasan terhadap rakyat Indonesia
k.        Menghormati, menjunjung tinggi dan mematuhi hokum yang berlaku
l.         Menghargai perbedaan pendapat
m.      Berlaku adil dalam mengabil keputusan
n.       Berperan serta dalam Pemilu
o.       Mendukung segala kebijakan politik yang merakyat
p.       Rela berkorban demi negara
q.       Setia mempertahankan wilayah NKRI
Kritis terhadap kondisi kehidupan kesengsaraan rakya

Tidak ada komentar:

About Me

SUMBER (REFERENSI) MATERI BLOG

  • Materi Kuliah Program Pascasarjana Magister Ilmu Hukum (MIH) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto tahun 2013 - sekarang
  • Materi Kuliah Jur. al-Ahwal asy-Syakhsiyyah Fak. Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2008-2012
  • H. Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, cet ke-53, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2012
  • Prof. Abd. Wahab Khalaf, Ilmu Ushul Fiqh, cet ke 1, Semarang: Dina Utama (Toha Putra Grup), 1994
  • Drs. Makhrus Munajat, M.Hum., Studi Islam di Perguruan Tinggi, cet ke-1, Yogyakarta: Nawesea, 2008
  • Dr. Abd. Rahman Dahlan, Ushul Fiqh, Cet ke-1, Jakarta: Amzah, 2010
  • File (Arsip) BOM-F F.Syariah dan Hukum, Pusat Studi dan konsultasi Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Sumber lain (Buku, Jurnal, artikel dll)